Tagarpolisi.com – Delegasi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri yang dipimpin oleh Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) Sespimti Polri yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap isu-isu lintas negara, terutama terkait perdagangan orang, perjudian daring, dan kejahatan scamming.

Kedatangan delegasi yang berjumlah 41 orang ini disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, beserta jajaran staf KBRI. Dalam sambutannya, Komjen Chrysnanda menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta dukungan dari pihak KBRI dalam memfasilitasi agenda KKLN di Kamboja.

“Kami ingin menggali informasi langsung mengenai dinamika kejahatan transnasional, khususnya praktik perdagangan orang yang belakangan marak melibatkan warga negara Indonesia di Kamboja,” ujar Chrysnanda.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak WNI yang diduga terlibat dalam aktivitas scamming atau penipuan daring, yang kerap bermuara pada eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia. Fenomena ini telah menjadi perhatian nasional dan tercantum dalam agenda prioritas negara melalui program Asta Cita Presiden RI.

“Pendekatan kami tidak hanya sebatas pada keamanan nasional, tetapi juga pada keamanan manusia. Karena permasalahan ini menyentuh langsung aspek kemanusiaan, maka Polri memiliki tanggung jawab untuk melindungi WNI, di manapun mereka berada,” tegasnya.

Delegasi juga dijadwalkan untuk bertemu dengan perwakilan kementerian/lembaga pemerintah Kamboja, serta beberapa WNI yang menjadi korban maupun pelaku dalam kasus-kasus terkait. Fokus utama mereka adalah memahami proses perekrutan, pengiriman, serta kondisi kerja para WNI di lapangan.

Di akhir sambutannya, Komjen Chrysnanda berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya penanggulangan kejahatan lintas negara serta mempererat kerja sama antarpenegak hukum Indonesia dan Kamboja.