JAKARTA – Perubahan lingkungan tidak selalu membutuhkan anggaran besar ataupun menunggu kebijakan dari tingkat atas. Dengan kepemimpinan, kepedulian, dan keberanian berinovasi, perubahan nyata justru dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni RT dan RW.
Pesan itulah yang disampaikan Inovator Bang Jali, Iptu Imam Basori, Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, kepada para pengurus RT/RW di wilayah Duren Tiga. Ia mengajak para pengurus lingkungan untuk tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengurus RT/RW memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan warga, mulai dari keamanan lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jangan pernah merasa kecil hanya karena kita berada di tingkat RT dan RW. Jangan tunggu menjadi pejabat untuk membuat perubahan, dan jangan menunggu anggaran besar untuk mulai berinovasi,” menjadi pesan yang ditekankan dalam ajakan tersebut.
Imam Basori mencontohkan bahwa inovasi dapat dimulai dari persoalan sederhana yang ditemui sehari-hari. Lingkungan yang bersih, sistem keamanan yang lebih baik, ruang belajar bagi anak-anak, hingga dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan langkah konkret yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan setiap wilayah.
Melalui konsep inovasi Bang Jali atau Bareng Jaga Lingkungan, RT 11 RW 07 Gandaria Utara mengembangkan berbagai inisiatif yang mencakup keamanan, pengelolaan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi pengurus RT/RW lainnya agar berani menggali potensi wilayah masing-masing. Menurut semangat yang dibawanya, inovasi tidak harus meniru seluruh program yang sudah ada, melainkan dapat disesuaikan dengan persoalan dan kemampuan masyarakat setempat.
“Ketika pengurusnya mau bergerak, warganya bisa tergerak. Ketika pengurusnya memberikan contoh, warga akan lebih mudah mengikuti,” demikian pesan motivasi yang ingin ditanamkan kepada para pengurus lingkungan.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan RT/RW bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kolaborasi antara pengurus dan warga menjadi kunci agar berbagai gagasan tidak berhenti sebagai wacana. Setiap wilayah didorong untuk mulai dari satu persoalan, merancang solusi sederhana, kemudian menjalankannya secara konsisten bersama masyarakat.
Pesan tersebut menjadi ajakan agar para pengurus RT/RW di Duren Tiga membangun budaya gotong royong dan inovasi dari lingkungan masing-masing.
Sebab, perubahan tidak selalu harus dimulai dari pusat kekuasaan. Dengan kepemimpinan yang hadir di tengah warga dan kemauan untuk bekerja bersama, langkah kecil di tingkat lingkungan dapat menjadi fondasi bagi perubahan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan