Puncak – Kelompok Saparatis kembali berulah dengan melakukan aksi teror. Pasalnya, Belasan rumah milik warga di Distrik Ilaga Puncak Papua dibakar oleh Kelompok tersebut. Aksi ini merupakan bentuk aksi balasan atas tewasnya Ali Kogoya pada Senin (4/4) lalu.

Tidak hanya pembakaran, kelompok saparatis juga melepaskan sejumlah tembakan kearah perkampungan sehingga membuat warga merasa ketakutan.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatgas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol A. Mustofa Kamal saat dikonfirmasi. Pihaknya mengatakan terkait hal ini, polri melakukan koordinasi dalam penanganan peristiwa tersebut.

“Kita sedang koordinasi dalam penanganan masalah tersebut khususnya dalam penyelamatan para korban,”ungkap Kasatgas.

Untuk saat ini Polri belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang dialami warga atas insiden yang dilakukan oleh Kelompok saparatis tersebut.

“Kita utamakan korban, terlebih saat ini mereka dalam tekanan atau trauma akibat aksi brutal yang dilakukan kelompok saparatis tersebut. Perkembangan selanjutnya akan kita laporkan kembali,”tegas Kasatgas Kombes Pol A Mustofa Kamal.

Disisi lain, Timotius Murib selaku Ketua Majelis Rakyat Papua mengaku kesal adanya insiden tersebut. Dirinya menanggapi hal ini dengan serius mengingat korbanya warga sipil yang tidak tahu menahu akar konflik dilapangan.

“Saya mengencam aksi yang dilakukan kelompok saparatis tersebut, tidak sepantasnya warga yang tidak terlibat dalam konflik harus menanggung akibat,”ujar Murib.

Pihaknya juga mengingatakan bahwa aksi yang dilakukan kelompok saparatis ini telah melanggar hak asasi manusia. Sebagai ketua MPR, dirinya yang didaulat untuk dapat memahami kondisi kehidupan masyarakat papua, dan mengaku akan tetap membela setiap hak-hak dasar orang papua.

“Saya punya wewenang, saya siap membawa aspirasi kepala (orang papua) untuk diperjuangkan hak-haknya, karena saya sangat menolak adanya aksi teror seperti ini,”pungkasnya.